Selama 9 bulan lebih mama mengandungmu, anakku. Semarang, tanggal 20 Maret 2006 pukul lima sore, Mamamu mulai merasakan rasa sakit di perutnya yang sudah besar itu. Segera mamamu dilarikan ke dokter kandungan di belakang rumah. Kata Ibu Dokter, Mama akan melahirkanmu, nak. Mama kemudian dilarikan ke rumah sakit bersalin, tempat dokter itu akan membantu mama mengeluarkanmu dari rahim mama. Mamamu terlihat pucat, berkeringat, menyeringai seraya berdoa, merasakan sakit yang teramat sangat, yang rasanya belum pernah dia rasakan sebelumnya di sepanjang hidupnya. Ketika Mama di rumah sakit, Ayah waktu itu sedang di Jakarta, anakku, bekerja untuk membiayai hidup kita, hidup Ayah, Mama dan juga dirimu. Begitu mendengar kabar mama akan melahirkanmu serta merta Ayah meninggalkan pekerjaan dan menuju stasiun kereta untuk segera berada di samping mamamu, berjuang melahirkanmu.
Ayah tiba di Semarang waktu itu sekitar jam 3 pagi, anakku. Ayah kala itu dijemput di stasiun dan diantar ke rumah sakit oleh oom Dendi. Syukurlah ayah masih bisa menemani mama untuk berjuang melahirkanmu. Ayah tahu benar bagaimana mama mengerang dan meringis menahan rasa sakit, ayah tahu bagaimana mama sangat mencintai kamu. Di sela sakitnya dia berdoa semoga dapat melahirkanmu dengan baik dan selamat. Mamamu menahan sakit dan berjuang sepanjang malam, anakku. Dari senja hari sampai subuh tiba serasa lama sekali waktu berjalan, anakku. Dokter tiba di rumah sakit ketika pembukaan rahim mama sudah delapan, anakku. Segera beliau membawa mama ke ruang bersalin. Mama masih berjuang ditemani Ayah dan juga eyang putri yang setia berdoa disamping mama. Jam 7.45 pagi hari dokter mulai bekerja, dibantu oleh 2 orang suster mereka berusaha memotivasi mama untuk terus berjuang dan bertahan. Akhirnya, anakku. 21 Maret 2006 pukul 08.05 menit engkau lahir, keluar dan melihat dunia. Engkau diselimuti oleh darah dari rahim mama. Ayah terharu melihatmu meneriakkan semangat hidup di dunia untuk pertama kali. Alhamdulillah, engkau lahir dengan sehat, sempurna dan bersemangat.
Seingat ayah, itu terjadi setahun yang lalu, anakku. Hari ini engkau sudah satu tahun lebih lama tinggal di dunia, lebih besar, lebih ceria dan lebih sehat. 21 Maret 2007 tepat engkau berusia satu tahun. Buat ayah, satu tahun terakhir merupakan satu tahun terbaik dalam hidup ayah, anakku. Ayah bahagia dititipi engkau oleh yang Maha Agung, Ayah berjanji akan menjagamu, membimbingmu dan membahagiakanmu, anakku. Namun maafkan ayah karena selama setahun belakangan ini ayah lebih banyak terpisah denganmu daripada bersamamu, maafkan ayah karena Ayah kurang memperhatikanmu tumbuh berkembang dan gembira. Walau demikian, anakku, Ayah tidak akan pernah berhenti menyayangimu, menyayangi mama dan juga keluarga. Semoga di usia satu tahun dirimu ini akan membuatmu bertambah besar, bertambah sehat, tambah ganteng dan bertambah kemampuannya untuk mengenal dunia dan seisinya. Semoga engkau tumbuh menjadi anak yang berkepribadian unggul yang membanggakan buat Ayah dan Mama, dan juga buat segenap anak bangsa lainnya.
Selamat Ulang Tahun, Anakku.
Sungguh tidak enak rasanya kalau kita memiliki rasa penasaran di benak, apalagi kalau rasa penasaran itu sudah sangat sangat membekas di hati dan bahkan sudah menumbuhkan rasa sakit hati maupun kebencian. Syukurlah ketika sebuah pencerahan itu datang di saat yang tidak di sangka-sangka, seperti sebuah serpihan puzzle yang selama ini hilang yang membuat kita bertanya-tanya tentang sebuah gambaran besar yang membuat kita penasaran. Puzzle itu mungkin hanyalah serpihan yang cukup kecil saja, namun serpihan yang kecil itu menciptakan kehilangan yang sangat, kehilangan yang membuat seakan-akan hidup ini jadi hampa walaupun banyak hal sudah mengisinya.
Keyakinan kita dengan penerbangan nasional begitu goyahnya ketika mengetahui betapa maskapai-maskapai penerbangan swasta banyak yang mengabaikan safety dengan alasan penghematan biaya. Beberapa kali Adam Air mendarat darurat sampai ketika salah satu armadanya hilang ditelan laut. Tidak kalah juga maskapai lain sebut saja Sriwijaya Air ataupun Lion Air. Ketika itu, kita masih bisa mengandalkan kehandalan Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan nasional yang membanggakan itu. Image Garuda adalah penerbangan yang mengutamakan service dan keselamatan, sehingga harga yang sedikit lebih mahal dibandingkan dengan maskapai lainnya dianggap sebagai sebuah harga yang wajar untuk keselamatan dan kenyamanan.
Setiap kali hendak menonton sebuah film, biasanya saya pertama kali melihat siapa bintangnya, siapa sutradaranya atau siapa yang meresensikannya. Namun untuk film Little Miss Sunshine ini, saya benar-benar tidak tahu pada awalnya film ini film apa atau siapa bintangnya. karena memang film ini tidak didukung oleh bintang yang terkenal tetapi oleh aktor-aktris yang sesuai dengan perannya masing-masing. Yang saya tahu hanyalah film ini masuk nominasi Oscar untuk kategori best motion picture. Untuk itu ketika, saya memperoleh DVDnya, yang terlintas adalah seperti apa sih filmnya sehingga masuk nominasi Oscar?
Dalam perjalanan menuju ke tempat kontes banyak masalah yang mereka hadapi yang membuat ketegangan sepanjang perjalanan karena mereka harus mengejar waktu menuju tempat kontes. 
Recent Comments