Archive for March 22nd, 2007

22
Mar

Aufar, 1 Tahun

AufarsmileSelama 9 bulan lebih mama mengandungmu, anakku. Semarang, tanggal 20 Maret 2006 pukul lima sore, Mamamu mulai merasakan rasa sakit di perutnya yang sudah besar itu. Segera mamamu dilarikan ke dokter kandungan di belakang rumah. Kata Ibu Dokter, Mama akan melahirkanmu, nak. Mama kemudian dilarikan ke rumah sakit bersalin, tempat dokter itu akan membantu mama mengeluarkanmu dari rahim mama. Mamamu terlihat pucat, berkeringat, menyeringai seraya berdoa, merasakan sakit yang teramat sangat, yang rasanya belum pernah dia rasakan sebelumnya di sepanjang hidupnya. Ketika Mama di rumah sakit, Ayah waktu itu sedang di Jakarta, anakku, bekerja untuk membiayai hidup kita, hidup Ayah, Mama dan juga dirimu. Begitu mendengar kabar mama akan melahirkanmu serta merta Ayah meninggalkan pekerjaan dan menuju stasiun kereta untuk segera berada di samping mamamu, berjuang melahirkanmu.

Ayah tiba di Semarang waktu itu sekitar jam 3 pagi, anakku. Ayah kala itu dijemput di stasiun dan diantar ke rumah sakit oleh oom Dendi. Syukurlah ayah masih bisa menemani mama untuk berjuang melahirkanmu. Ayah tahu benar bagaimana mama mengerang dan meringis menahan rasa sakit, ayah tahu bagaimana mama sangat mencintai kamu. Di sela sakitnya dia berdoa semoga dapat melahirkanmu dengan baik dan selamat. Mamamu menahan sakit dan berjuang sepanjang malam, anakku. Dari senja hari sampai subuh tiba serasa lama sekali waktu berjalan, anakku. Dokter tiba di rumah sakit ketika pembukaan rahim mama sudah delapan, anakku. Segera beliau membawa mama ke ruang bersalin. Mama masih berjuang ditemani Ayah dan juga eyang putri yang setia berdoa disamping mama. Jam 7.45 pagi hari dokter mulai bekerja, dibantu oleh 2 orang suster mereka berusaha memotivasi mama untuk terus berjuang dan bertahan. Akhirnya, anakku. 21 Maret 2006 pukul 08.05 menit engkau lahir, keluar dan melihat dunia. Engkau diselimuti oleh darah dari rahim mama. Ayah terharu melihatmu meneriakkan semangat hidup di dunia untuk pertama kali. Alhamdulillah, engkau lahir dengan sehat, sempurna dan bersemangat.

Seingat ayah, itu terjadi setahun yang lalu, anakku. Hari ini engkau sudah satu tahun lebih lama tinggal di dunia, lebih besar, lebih ceria dan lebih sehat. 21 Maret 2007 tepat engkau berusia satu tahun. Buat ayah, satu tahun terakhir merupakan satu tahun terbaik dalam hidup ayah, anakku. Ayah bahagia dititipi engkau oleh yang Maha Agung, Ayah berjanji akan menjagamu, membimbingmu dan membahagiakanmu, anakku. Namun maafkan ayah karena selama setahun belakangan ini ayah lebih banyak terpisah denganmu daripada bersamamu, maafkan ayah karena Ayah kurang memperhatikanmu tumbuh berkembang dan gembira. Walau demikian, anakku, Ayah tidak akan pernah berhenti menyayangimu, menyayangi mama dan juga keluarga. Semoga di usia satu tahun dirimu ini akan membuatmu bertambah besar, bertambah sehat, tambah ganteng dan bertambah kemampuannya untuk mengenal dunia dan seisinya. Semoga engkau tumbuh menjadi anak yang berkepribadian unggul yang membanggakan buat Ayah dan Mama, dan juga buat segenap anak bangsa lainnya.

Selamat Ulang Tahun, Anakku.