Keyakinan kita dengan penerbangan nasional begitu goyahnya ketika mengetahui betapa maskapai-maskapai penerbangan swasta banyak yang mengabaikan safety dengan alasan penghematan biaya. Beberapa kali Adam Air mendarat darurat sampai ketika salah satu armadanya hilang ditelan laut. Tidak kalah juga maskapai lain sebut saja Sriwijaya Air ataupun Lion Air. Ketika itu, kita masih bisa mengandalkan kehandalan Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan nasional yang membanggakan itu. Image Garuda adalah penerbangan yang mengutamakan service dan keselamatan, sehingga harga yang sedikit lebih mahal dibandingkan dengan maskapai lainnya dianggap sebagai sebuah harga yang wajar untuk keselamatan dan kenyamanan.
Namun ceritanya menjadi berbeda ketika tanggal 8 Maret 2007 pagi hari, Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA200 terjerembab dan terbakar di bandar udara Adi Sucipto, Yogyakarta. Sontak banyak orang terkaget-kaget. Garuda? Celaka?
Sebagian orang merasa celaka harusnya tidak ada dalam kamus pesawat Garuda, karena banyak orang, termasuk saya, sering mencari pembenaran bahwa kita masih bisa aman kok kalau mau terbang, kan ada Garuda. Pembenaran tersebut dibuat untuk menciptakan rasa aman dan damai kalau mau bepergian. Sebetulnya perasaan tersebut mengendorkan rasa waspada dan ingat kepada Sang Maha Pencipta. Perasaan itu hanya untuk menghibur rasa takut mati yang ada di hati yang merupakan cermin bahwa sebenarnya kita belum siap untuk menghadapi kenyataan yang tinggal menunggu waktu saja.
Sebenarnya kecelakaan Garuda ini merupakan teguran bagi kita semua bahwa kita bisa saja menghadapi maut dimana dan kapan saja. Apakah terbayang oleh para penumpang Garuda pagi itu bahwa mereka akan menemui sang Pencipta? Atau apakah penumpang Garuda pagi itu menyadari ketika melakukan check in, salah satu dari mereka akan menghadap yang kuasa. Atau apakah para penumpang Garuda pagi itu, menyadari bahwa ketika pilot memberikan tanda mengenakan sabuk pengaman sebelum mendarat mereka menyadari bahwa perjalanan menemui sang Pencipta bagi sebagian dari mereka semakin dekat.
Tidak, mungkin tidak ada yang menyadarinya karena sebagian dari mereka sangat yakin bahwa Garuda merupakan maskapai yang baik yang zonder celaka. Keyakinan yang mengendorkan semangat untuk mengingat yang Kuasa.
0 Responses to “Ketika Garuda Celaka…”
Leave a Reply
You must login to post a comment.