Setiap kali hendak menonton sebuah film, biasanya saya pertama kali melihat siapa bintangnya, siapa sutradaranya atau siapa yang meresensikannya. Namun untuk film Little Miss Sunshine ini, saya benar-benar tidak tahu pada awalnya film ini film apa atau siapa bintangnya. karena memang film ini tidak didukung oleh bintang yang terkenal tetapi oleh aktor-aktris yang sesuai dengan perannya masing-masing. Yang saya tahu hanyalah film ini masuk nominasi Oscar untuk kategori best motion picture. Untuk itu ketika, saya memperoleh DVDnya, yang terlintas adalah seperti apa sih filmnya sehingga masuk nominasi Oscar?
Setelah menontonnya, komentar saya film ini luar biasa unik. Ceritanya pun unik. Little Miss Sunshine berkisah tentang sebuah keluarga yang terdiri dari 6 anggota keluarga : Ayah-Ibu, dua anak dengan ipar dan mertua, yang memiliki masalahnya masing-masing yang bersama-sama mengantarkan Olive (Abigail Breslin), anak perempuan terkecil untuk mengikuti kontes kecantikan anak-anak, Little Miss Sunshine Pageant dari rumah mereka di Albuquerque ke Redondo Beach California. Mereka keluarga yang pas-pasan sehingga untuk mewujudkan itu mereka harus mengendarai mobil untuk mencapai tempat kontes.
Bersama-sama dalam kendaraan selama beberapa hari bukanlah hal mudah terutama apabila masing-masing anggota keluarga punya masalahnya sendiri-sendiri. Sang Ayah (Greg Kinnear) adalah seorang yang sedang menjual gagasan motivasional untuk mencapai kesuksesan, sang Ibu (Toni Collette) adlaah seorang ibu rumah tangga biasa yang berjuang untuk membahagiakan anak-anaknya di pernikahannya yang kedua ini, Sang Kakek (Alan Arkin) adalah seorang tua yang berperangai buruk yang juga pecandu heroin namun sangat saying kepada cucunya, Dwayne, sang kakak (Paul Dano) adalah remaja yang pembawaannya keras yang sedang puasa berbicara sebelum mencapai cita-citanya menjadi pilot, sang Paman (Steve Carell) seorang homo yang baru saja selamat dari usaha bunuh dirinya dan si kecil Olive yang bermimpi untuk menjadi Miss America suatu saat kelak.
Dalam perjalanan menuju ke tempat kontes banyak masalah yang mereka hadapi yang membuat ketegangan sepanjang perjalanan karena mereka harus mengejar waktu menuju tempat kontes. Ada saja masalah yang dihadapi dari mobil mogok sampai overdosis. Tetapi dengan perjalanan yang mereka lakukan bersama ini, sedikit demi sedikit menumbuhkan rasa saling percaya, mendukung dan kekompakan mereka sebagai keluarga. Memang bukan keluarga yang sempurna, namun sejelek-jeleknya mereka mereka tetap sebuah keluarga.
Perasaan saya bercampur aduk saat menonton film ini, kadang kesal karena beberapa kebodohan yang dilakukan, kadang tegang, lucu dan terharu. Sepertinya film ini sedikit ingin menyindir kontes-kontes kecantikan pada umumnya dimana anak-anak seperti menjadi bukan anak-anak yang umum. Tapi banyak hal bisa diperoleh juga melalui film ini. Film ini mengajarkan untuk mencapai apa yang sudah menjadi tujuan jangan berhenti di tengah jalan karena adanya masalah. Juga, film ini mengajarkan tentang betapa indahnya sebuah keluarga walaupun masing-masing anggotanya bermasalah, namun masalah tersebut sedikit banyak bisa cair dengan kebersamaan. Film yang menarik. Bila ingin menonton sesuatu yang unik, Little Miss Sunshine bisa menjadi hiburan sekaligus renungan.
============================
A real loser is someone who’s so afraid of not winning he doesn’t even try.
- Alan Arkin as Grandpa in Little Miss Sunshine - 2006 -
0 Responses to “Little Miss Sunshine (2006)”
Leave a Reply
You must login to post a comment.