Beberapa hari terakhir memang saya merasa begitu banyak pekerjaan yang menumpuk di kantor. Baik pekerjaan yang sudah lama terbengkalai, sedang dikerjakan maupun pekerjaan yang baru harus dikerjakan. Sedikit banyak membuat penat dan harus pulang malam hari. Ditambah lagi keadaan kota Jakarta yang semakin tidak bersahabat beberapa minggu terakhir ini. Kadang jam 11 malam baru bisa sampai di rumah.
Pada hari itu saya harus pulang agak malam sehingga baru sampai di rumah sekitar jam 11 malam. Wah bete juga pikirku. Setelah bersih-bersih badan dan siap untuk tidur hal-hal yang terjadi di kantor pada sepanjang hari itu tetap membuat mata belum mau terpejam. Kepala terasa agak migren dan otot-otot sekitar mata terasa tegang dan lelah. Mungkin karena harus memelototi komputer sehari itu.
Di tengah proses untuk meredam lelah itu, Aufar, buah hati saya, terbangun. Kupikir dia akan rewel dan nangis. Duuh… begadang lagi nih, pikirku. Ternyata dia melihat saya di sela-sela matanya yang sipit yang tambah sipit karena masih mengantuk. Dia tersenyum dengan memperlihatkan gigi-gigi kecilnya. “Ayah” sahutnya tiba-tiba. Ia terbangun, merangkak kearahku dan mendekati wajahku, “Mmmmuahh” tiba-tiba Aufar mengecup pipiku. Setelah itu di mengucek-ngucek matanya lalu kembali tertidur di sebelah saya. Pada momen itu aku merasa terharu sekaligus merasakan kelelahan yang mendera akhirnya luluh. Tidak terasa aku langsung tertidur tanpa teringat lagi hal-hal yang mengganggu pikiranku tadi. I love you, son…

Recent Comments