Beberapa rekan saya menceritakan ke saya mengenai sebuah blog di Blogger yang isi tulisannya mengenai hal-hal negative tentang Indonesia. Jadi blog “I hate Indon” (http://ihateindon.blogspot.com) ini menempatkan diri sebagai seorang Malaysia yang sangat membenci dan anti terhadap Indonesia. Entah si blogger ini benar-benar orang Malaysia asli atau bahkan orang Indonesia sendiri yang berpura-pura sebagai orang Malaysia yang membenci orang Indonesia , yang jelas isi blog ini sangat provokatif.
Teman-teman saya menyerukan untuk beramai-ramai kita “flag” saja blog tersebut supaya si pengelola Blogger dapat segera mengambil tindakan. Saya pikir aksi yang mulia juga, walaupun saya ragu apakah di era keterbukaan informasi seperti sekarang ini di ranah maya yang sangat-sangat liberal, aksi ini akan segera ditanggapi. Inisiatif yang baik tapi saya pribadi punya cara pandang yang berbeda mengenai hal ini. Ada dua hal utama yang mendasarinya.
Pertama, kalau benar si empunya blog adalah orang Malaysia yang benar-benar membenci Indonesia, saya pikir biarkan saja. Malah saya merasa kasihan dengannya. Benar-benar berat dan memprihatinkan nasib seseorang yang membawa beban kebencian di hatinya. Mungkin hidupnya akan berat baik di dunia maupun di akhirat. Kita sebagai bangsa Indonesia yang membaca blognya memang merasa sakit tapi saya yakin kesakitan yang kita alami ketika membaca blog itu merupakan curahan ampunan atas dosa-dosa kita, dan rasa sakit di hati kita ketika membaca blog tersebut merupakan pengurang dari amal kebajikan yang telah dibuat oleh sang blogger.
Kedua, kalau ternyata si empunya adalah orang Indonesia asli yang memancing di air keruh, yang mana memang bisa saja terjadi, dengan motif mencari popularitas dan visit ke blog yang besar. Saya malah tambah kasihan dengan sang blogger ini, karena dia sama saja memakan daging saudaranya sendiri. Yang mana, dengan alasan apapun, rasa sakit kita merupakan pelebur dosa buat kita dan menjadi pengurang amal buat dia jadi sama saja.
Jadi, kalau saya ditanya bagaimana sikap saya mencermatinya, saya sih biasa saja. Ada ataupun tidaknya blog tersebut, kita tetap bangsa yang satu, berbudaya dengan segala kelebihan dan kekurangannya, dan kita tetap memiliki tujuan untuk menjadi khalifah di bumi ini. Pesan saya untuk semua bangsa Indonesia yang merasa sakit dengan tulisan dalam blog tersebut, gak perlu diambil hati dan memberikan komentar. Pendapat saya, isinya semua sampah kok. Tidak ada energi positif maupun pencerahan pemikiran di dalamnya. Cobalah cermati bagaimana dangkalnya pemikirannya menyamakan lambang negara kita dengan Polandia, kata si blogger kita meniru Polandia. Kenapa gak bilang saja kita niru Monaco yang jelas-jelas benderanya sama. Nah, seperti itu contoh dangkalnya.
Yang jelas ada tidaknya blog tersebut, kita tetap harus bekerja setiap hari, beribadah, bersenang-senang dan gembira. Terlalu memikirkannya hanya menguras energi saja. Setuju?
Recent Comments