Archive for February 8th, 2008

08
Feb

Untuk Siapa?

Hongkong2Untuk siapa sih kita hadir di dunia ini? Apakah kita hadir untuk diri kita sendiri, hadir untuk orang tua yang melahirkan dan membesarkan kita? Untuk anak cucu kita demi kelangsungan hidup mereka atau kita lahir untuk membawa perubahan di dunia ini?

Saat ini pertanyaan semacam itulah yang sedang hadir dalam pikiran saya. Hampir setiap pagi aktivitas saya bangun, mandi, siap-siap ke kantor, main sebentar dengan anak saya, trus pamit dengan istri dan anak saya untuk berangkat ke kantor. Di kantor saya bekerja dengan apa yang sudah ditugaskan dan diserahkan  kepada saya dengan usaha terbaik dan bertanggung jawab. Pulang kadang sampai malam. Begitu juga keesokan harinya. Terus terus dan terus. Sampai pada akhirnya saya bertumbuk pada pertanyaan tersebut. Untuk siapa?

Mungkin beberapa orang akan mengatakan ya untuk Allah SWT, sebagai rahmatan lil alamiin. Iya benar, lalu apa yang harus saya lakukan sekarang ini untuk menjadi rahmatan lil alamiin kalau yang saya lakukan setiap harinya aktivitas yang sama. Perubahan apa yang akan terjadi?

Saya mencoba mencari file lama saya di sela-sela sudut jaringan otak saya. Saya pernah ikut sebuah training mengenai 7 habits-nya Stephen Covey. Disitu ada tips bagaimana kita membagi waktu kita untuk menjalankan apa yang menjadi peran kita dalam hidup. Kalau seingat saya ada peran-peran semacam peran sebagai seorang anak, peran sebagai seorang kakak, peran sebagai seorang pekerja, peran sebagai seorang Ayah, peran sebagai seorang teman, sahabat dan lainnya. Begitu banyak peran yang kita harus lakukan dan jalankan di dunia ini. Dan waktu yang dimiliki terbatas. Saya teringat analogi yang disampaikan oleh Stephen Covey kala itu tentang bagaimana dia meminta peserta training nya untuk memasukkan batu, kerikil, dan pasir ke dalam suatu wadah tanpa tersisa. Beberapa mencoba dan gagal. Akhirnya Stephen mencontohkan bagaimana dia memasukkan batu-batu yang besar dulu ke wadah, lalu kerikil-kerikil dan terakhir pasir dan dengan cara itu ternyata wadahnya cukup.

Akhirnya Covey menceritakan analoginya bahwa batu-batu itu mencerminkan tujuan-tujuan besar dari hidup kita seperti misalnya, menikah, punya anak, bersekolah, dan semacamnya sedangkan kerikil-kerikil itu seperti misalnya kita melakukan pekerjaan kita, berorganisasi, dan yang pasir seperti aktivitas lainnya seperti berbelanja, jalan-jalan. Untuk masing-masing orang mana batu, mana kerikil dan mana pasir mungkin akan sangat berbeda-beda namun pada intinya Covey mencoba menjelaskan cara untuk menjalankan peran kita sesuai dengan prioritasnya dalam hidup kita.

Saya, dalam beberapa waktu terakhir mungkin bukan kakak yang baik bagi adik-adik saya karena saya merasa sudah lama saya tidak memperhatikan mereka dan menghabiskan waktu bersama. Saya mungkin juga bukan anak yang baik, karena beberapa kali melewatkan saat-saat bersama dengan orang tua saya. Saya mungkin juga bukan teman yang baik karena sudah tidak terhitung saya melewatkan kesempatan menghabiskan waktu bersama mereka.

Dengan pemahaman ini saya mencoba menjawab untuk siapa saya hidup. Mungkin jawabannya belum akan terjawab sekarang, tetapi seperti bermain puzzle, seharusnya sedikit demi sedikit kalau kita mencarinya, pasti gambaran puzzle tersebut akan berwujud seperti yang seharusnya.

=============================================

"The best way to predict your future is to create it"

Stephen R Covey - Author of 7 Habit of highly effective people