Archive for April, 2008

13
Apr

Teman-temanku di BPK RI

Bpk2Minggu pagi kemarin, saya dikejutkan dengan kunjungan yang tak terduga dari dua teman baik saya, Didit dan Hary. Dua anggota geng gambus itu tak disangka-sangka sudah memakirkan motornya di halaman rumah saya. Sebenarnya sebelumnya mereka menelpon saya, tetapi saya tidak tahu karena HP sedang di charge di kamar.

Kunjungan mereka tidak berhenti hanya di rumah saya saja. Karena tidak berapa lama, kami memutuskan keluar rumah untuk berkunjung ke rumah teman yang lainnya, sekalian kumpul-kumpul pikir kami, Rizki. Hary, Didit, dan Rizki adalah teman satu kampus saya di Undip dulu dan saat ini mereka berdinas di Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), menjadi anak buah Pak Anwar Nasution. Saat ini Hary berdinas di BPK Manokwari nun jauh di ujung timur Indonesia sana, Didit di BPK Surabaya dan Rizki, beruntung dia, ditugaskan di Jakarta saja. Kebetulan pada minggu ini Hary dan Didit sedang ditugaskan oleh BPK di daerahnya untuk mengikuti diklat di Jakarta . Kami banyak menghabiskan waktu dengan ngobrol ngalor ngidul kesana kemari, sambil sesekali menelpon kawan lain sekiranya ada yang bisa bergabung dengan kami, melengkapi reuni kecil kami. Di setiap topik pembicaraan hari itu, kami banyak membahas seputar tugas dan suka duka mereka berdinas di BPK.

Melihat teman-teman saya bercerita, saya kagum pada mereka dengan dedikasi mereka dengan pekerjaan. Terkadang saya suka tersenyum-senyum sendiri tidak menyangka mereka akan sekeren itu, hehehe… maklum saja kalau ingat masa-masa kuliah dulu siapa yang menyangka mereka akan se-nasionalis itu. Yang saya kagumi dari mereka adalah kesempatan mereka untuk berkiprah nyata terhadap bangsa ini melalui institusi tempat mereka bernaung tidak mereka sia-siakan. Kami mengobrol banyak tentang idealisme masing-masing, tentang budaya korupsi maupun gratifikasi, tentang bagaimana ilmu Akuntansi yang pernah mereka kenyam di bangku kuliah dulu mereka terapkan dalam pekerjaan mereka. Saya bangga dengan teman-teman saya ini. Bahkan saya sedikit iri terhadap kesempatan dan kiprah mereka untuk mengabdi pada Negara. Saya berpikir, mungkinkah pekerjaan yang saya lakukan tiap hari termasuk pengabdian saya pada Negara? Setidaknya saya tidak pernah alpa membayar pajak perusahaan tempat saya bekerja pada Negara, hehehe. Saya hanya bisa berdoa semoga mereka diberi kekuatan oleh Allah SWT untuk menjalankan tugas mereka dengan baik dan terhindar dari godaan duniawi yang semu. Semoga melalui tangan-tangan mereka, Bangsa dan Negara tercinta ini dapat terselamatkan dari tindakan-tindakan yang merugikan dan menyengsarakan sehingga bisa bangkit menjadi Bangsa dan Negara yang besar dan disegani suatu saat nanti. Insya Allah.

01
Apr

No More April Fools For Me

Bacaan yang bagus, menggugah yang menyadarkan saya mengenai budaya April Mop. Setelah tahu sejarahnya, bagi saya sudah tidak ada yang namanya April Mop untuk saya.

Tulisan ini berasal dari artikel yang dimuat di www.eramuslim.com. Semoga memberi manfaat bagi pengunjung blog ini.

=========================================================

MopTiap tanggal 1 April, ada saja orang—terutama anak-anak muda—yang merayakan hari tersebut dengan membuat aneka kejutan atau sesuatu keisengan. April Fools Day, demikian orang Barat menyebut hari tanggal 1 April atau lebih popular disebut sebagai ‘April Mop’. Namun tahukah Anda jika perayaan tersebut sesungguhnya berasal dari sejarah pembantaian tentara Salib terhadap Muslim Spanyol yang memang didahului dengan upaya penipuan? Inilah sejarahnya yang disalin kembali sebagiannya dari buku “Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Halloween: So What?” (Rizki Ridyasmara, Pustaka Alkautsar, 2005)

SEJARAH APRIL MOP

Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April’s Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.

Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur’an tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.

Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang baca Qur’an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang idbantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dihabisi dengan sadis.

Satu persatu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.

Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. “Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan!” demikian bujuk tentara Salib.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.

Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah itinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.

Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The Aprils Fool Day).

Bagi umat Islam April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Sebab dengan ikut merayakan April Mop, sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapa pun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, beberapa abad silam

Diambil dari artikel di www.eramuslim.com