Author Archive for ahmadeka

08
Jun

Biru

BIRU

By Kidnap Katrina

Kala kita masih bersama
dunia pun terasa indah
waktu kita habiskan berdua
tawa…
canda…
malam itu…
oh indahnya…

Sejujurnya ku berharap semua itu dapat terulang
Kini kau telah jauh dari ku
daku cemas akan dirimu
tapi ku percaya akan cintaku
rindu…
biru…
suasana hatiku…
oh resahnya…

andaikan dalam sekejap
saat ini kau ada di sampingku

aku ingin kau cepat kembali
aku ingin kita bersama lagi

sejujurnya ku berharap semua itu dapat terulang

aku ingin kau cepat kembali
aku ingin kita bersama lagi

aku ingin kau cepat kembali
aku ingin kita bersama lagi

aku ingin kau cepat kembali
aku ingin
aku ingin kau cepat kembali

08
Jun

In Dreams

MamIN DREAMS

by John Waite - OST True Romance - 1993

In my life I’ve seen such things
That I wish I had not seen
But through your eyes
I can let it go
When you’re lying here with me

Sunshine knocking on my window
Couldn’t wake me from this dream
(we dream)
Cause baby
anywhere the wind blows
I will follow you
It seems
That in my life
I still believe in dreams

Where you are is where I’ll be
It’s all that really matters to me
The world out there
Hey can kiss my ass
As long as I’ve got you I’m free
Free

Sunshine knocking on my window
Couldn’t wake me from this dream (we dream)
Cause baby anywhere the wind blows
I will follow you
It seems
That in my life
I still believe in dreams

The world out there can kiss my ass
As long as I¹ve got you I’m free
Free
Sunshine knocking on my window
Couldn’t wake me from this dream (we dream)
Cause I don’t care which way the wind blows
I will follow you
It seems

That in my life
Cause in your life
You believe
In dreams

===============================================

Lagu ini dulu suka saya dengar di radio ketika jaman-jaman SMP dulu. Rasanya sampai saat ini kalo mendengar lagu ini, saya jadi teringat masa-masa SMP dulu. Hehehe masih relevan nih sampai sekarang.

08
Jun

Gus Dur vs Habieb Rizieq

Habieb Rizieq : “Sebelum Ahmadiyah dibubarkan, kita akan terus melawan”

                        (Dalam jumpa pers mengomentari penyerangan FPI di Monas)

Gus Dur           : “Lindungi Ahmadiyah”

                         (Tausiyah Gus Dur ke GP Ansor)

Come on, guys… Mungkin sebaiknya berpikir sejenak… ada yang sedang memanfaatkan situasi…

13
Apr

Teman-temanku di BPK RI

Bpk2Minggu pagi kemarin, saya dikejutkan dengan kunjungan yang tak terduga dari dua teman baik saya, Didit dan Hary. Dua anggota geng gambus itu tak disangka-sangka sudah memakirkan motornya di halaman rumah saya. Sebenarnya sebelumnya mereka menelpon saya, tetapi saya tidak tahu karena HP sedang di charge di kamar.

Kunjungan mereka tidak berhenti hanya di rumah saya saja. Karena tidak berapa lama, kami memutuskan keluar rumah untuk berkunjung ke rumah teman yang lainnya, sekalian kumpul-kumpul pikir kami, Rizki. Hary, Didit, dan Rizki adalah teman satu kampus saya di Undip dulu dan saat ini mereka berdinas di Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), menjadi anak buah Pak Anwar Nasution. Saat ini Hary berdinas di BPK Manokwari nun jauh di ujung timur Indonesia sana, Didit di BPK Surabaya dan Rizki, beruntung dia, ditugaskan di Jakarta saja. Kebetulan pada minggu ini Hary dan Didit sedang ditugaskan oleh BPK di daerahnya untuk mengikuti diklat di Jakarta . Kami banyak menghabiskan waktu dengan ngobrol ngalor ngidul kesana kemari, sambil sesekali menelpon kawan lain sekiranya ada yang bisa bergabung dengan kami, melengkapi reuni kecil kami. Di setiap topik pembicaraan hari itu, kami banyak membahas seputar tugas dan suka duka mereka berdinas di BPK.

Melihat teman-teman saya bercerita, saya kagum pada mereka dengan dedikasi mereka dengan pekerjaan. Terkadang saya suka tersenyum-senyum sendiri tidak menyangka mereka akan sekeren itu, hehehe… maklum saja kalau ingat masa-masa kuliah dulu siapa yang menyangka mereka akan se-nasionalis itu. Yang saya kagumi dari mereka adalah kesempatan mereka untuk berkiprah nyata terhadap bangsa ini melalui institusi tempat mereka bernaung tidak mereka sia-siakan. Kami mengobrol banyak tentang idealisme masing-masing, tentang budaya korupsi maupun gratifikasi, tentang bagaimana ilmu Akuntansi yang pernah mereka kenyam di bangku kuliah dulu mereka terapkan dalam pekerjaan mereka. Saya bangga dengan teman-teman saya ini. Bahkan saya sedikit iri terhadap kesempatan dan kiprah mereka untuk mengabdi pada Negara. Saya berpikir, mungkinkah pekerjaan yang saya lakukan tiap hari termasuk pengabdian saya pada Negara? Setidaknya saya tidak pernah alpa membayar pajak perusahaan tempat saya bekerja pada Negara, hehehe. Saya hanya bisa berdoa semoga mereka diberi kekuatan oleh Allah SWT untuk menjalankan tugas mereka dengan baik dan terhindar dari godaan duniawi yang semu. Semoga melalui tangan-tangan mereka, Bangsa dan Negara tercinta ini dapat terselamatkan dari tindakan-tindakan yang merugikan dan menyengsarakan sehingga bisa bangkit menjadi Bangsa dan Negara yang besar dan disegani suatu saat nanti. Insya Allah.

01
Apr

No More April Fools For Me

Bacaan yang bagus, menggugah yang menyadarkan saya mengenai budaya April Mop. Setelah tahu sejarahnya, bagi saya sudah tidak ada yang namanya April Mop untuk saya.

Tulisan ini berasal dari artikel yang dimuat di www.eramuslim.com. Semoga memberi manfaat bagi pengunjung blog ini.

=========================================================

MopTiap tanggal 1 April, ada saja orang—terutama anak-anak muda—yang merayakan hari tersebut dengan membuat aneka kejutan atau sesuatu keisengan. April Fools Day, demikian orang Barat menyebut hari tanggal 1 April atau lebih popular disebut sebagai ‘April Mop’. Namun tahukah Anda jika perayaan tersebut sesungguhnya berasal dari sejarah pembantaian tentara Salib terhadap Muslim Spanyol yang memang didahului dengan upaya penipuan? Inilah sejarahnya yang disalin kembali sebagiannya dari buku “Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Halloween: So What?” (Rizki Ridyasmara, Pustaka Alkautsar, 2005)

SEJARAH APRIL MOP

Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April’s Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.

Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur’an tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.

Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang baca Qur’an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang idbantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dihabisi dengan sadis.

Satu persatu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.

Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. “Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan!” demikian bujuk tentara Salib.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.

Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah itinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.

Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The Aprils Fool Day).

Bagi umat Islam April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Sebab dengan ikut merayakan April Mop, sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapa pun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, beberapa abad silam

Diambil dari artikel di www.eramuslim.com

31
Mar

Pohon Untuk Masa Depan

Image243Kemarin saya mengikuti kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) kantor saya. kebetulan saya mendapatkan tugas untuk membagikan bibit pohon manggis dan memastikan bibit tersebut ditanam oleh warga di sekitar pabrik kami yang ada di Sukabumi.  Saya menikmati kegiatan itu. Bukan karena kegiatan itu membuat saya off dari pekerjaan saya, tetapi lebih kepada perasaan saya yang sangat bahagia dapat membagi kebahagiaan buat penduduk di sekitar pabrik kami. Yang kami bagikan memang hanya sebuah bibit pohon. Namun animo dan antusiasme masyarakat di desa yang kami kunjungi sangat tinggi. Banyak yang meminta lebih bibit yang dibagikan melebihi bagian masing-masing.  Tidak hanya orang tua yang antusias, anak-anakpun demikian.

Saya hanya berharap semoga pohon yang kami bagikan dapat tumbuh subur dan menghasilkan di desa itu. Semoga pohon yang kami bagikan dapat menjadi salah satu penyelamat masa depan kami.

===================================================

Facts :

In 50 years one tree recycles more than $37,000 worth of water, provides $31,000 worth of erosion control, $62,000 worth of air pollution control, and produces $37,000 worth of oxygen.

27
Mar

Manusia ENFP

EnfpSaat ini saya sedang menjalani training 3 hari Danone Odyssey Explorer. Hal yang menarik dan sangat berpengaruh dari Training ini adalah saya akhirnya “sedikit” lagi mengenal diri saya. Berdasarkan Myers-Briggs Type Inventory, True type diri saya adalah ENFP. ENFP adalah Extrovert, Intuition, Feeling dan Perceiving. Artinya, focus perhatian saya adalah extroversion atau hal-hal di luar diri saya. Saya melihat hal-hal secara intuisi, big picture dan focus kepada hubungan antara fakta-fakta. Saya lebih cenderung mengambil keputusan berdasarkan feeling (perasaan) dibandingkan dengan thinking. Dan orientasi terhadap lingkungan secara perceiving, atau lebih flexible. Katanya orang perceiving itu lebih nrimo, lebih fleksibel melihat segala sesuatu sehingga mudah beradaptasi.

Secara umum manusia ENFP itu sebagai manuasia dalam kondisi yang “most positive” karakteristiknya antusias, kreatif, mencari harmonisasi, independent, suka memulai sesuatu tapi tak ingin mengakhirinya.

Andaikan saya tahu dari dulu…

=============================

ENFP’s applying utopian values to an imperfect world

Enfp3

13
Mar

Ide – ide Menyelamatkan Bumi di Atas Meja Kerja

Image237Di atas meja kerja saya, ada sebuah kalender meja dari Medco Energi yang bertemakan Global warming. Saya memperoleh kalender tersebut dari papa saya. Kalender yang cukup menarik selain karena bentuknya yang unik karena dilengkapi dengan notes-notes kecil, kalender tersebut berisi tips-tips yang berguna dan menginspirasi saya untuk melakukan hal-hal kecil tapi berdampak untuk penyelamatan Bumi ini. Berikut ini adalah ide-ide yang saya rangkumkan dari kalender saya itu.

Bulan Januari. Lembar bulan January ini mengangkat tema “Light up your life/ Terangi hidup anda”. Tindakan yang dapat dilakukan adalah :

  1. Ganti bola lampu biasa dengan bola lampu hemat energi (compact fluorescent light bulb)

  2. Matikan lampu saat meninggalkan ruangan

  3. Pasang saklar peredup pada bola lampu rumah yang tidak harus selalu terang benderang

  4. Catlah tembok rumah anda dengan warna yang terang

  5. Bukalah tirai jendela dan matikan lampu pada siang hari

Bulan Februari. Lembar bulan ini mengangkat tema “Phantom Load/ Muatan yang berlebihan”. Banyak dari kita kurang menyadari adanya phantom load ini. Tipsnya adalah :

  1. Cabut kael peralatan elektronik dari stop kontak pada saat tidak digunakan

  2. Gunakan kabel ekstensi yang bisa dimatikan pada saat tidak digunakan

Bulan Maret. Temanya “Buy Energy-efficient household appliances/ Beli peralatan rumah tangga yang hemat energi”. Tindakan yang dalat kita lakukan adalah :

  1. Perbarui peralatan rumah tangga dengan kulkas baru yang hemat energi

  2. Beli selalu peralatan yang memiliki logo “Energy Star”

  3. Pilih peraltan rumah tangga yang kegunaan dan ukurannya sesuai dengan kebutuhan.

Bulan April. Lembar bulan ini bertema “Let Someone Else do the driving/ Biarkan orang lain yang mengemudi”. Memberikan ide yang baik untuk menghemat bahan baker fosil untuk bepergian. Yang bisa kita lakukan:

  1. Gunakan sarana transportasi umum

  2. Bergilir berbagi kendaraan dengan kawan/ tetangga untuk pergi ke kantor, sekolah atau pasar bersama-sama.

Bulan Mei. Temanya “Use Person Power/ Gunakan tenaga manusia”. Tips yang bisa dilakukan:

  1. Berjalan kaki jika jarak tempuh cukup dekat

  2. Gunakan sepeda untuk bepergian

  3. Gunakan becak sebagai salah satu pilihan bila jarak terlalu jauh untuk berjalan kaki

Bulan Juni. Tema  “Buy Local Product/ Beli produk local” hal ini terkait dengan biaya pengiriman dari satu tempat ke tempat lain untuk produk komoditi yang sebenarnya dapat tercukupi di suatu daerah. Tindakannya :

  1. Konsumsi makanan hasil budidaya local

  2. konsumsi buah-buahan sesuai dengan musimnya

  3. konsumsi makanan hasil budidaya organic

  4. tanamlah sayuran di kebun

Bulan Juli. Tema “Eat your Veggies/ Makanlah sayuran” tips-tips nya:

  1. Kurangi makan daging

  2. Mulailah belajar memasak makanan tanpa harus mengandalkan daging

Bulan Agustus. Temanya “Less is more/ Kurang adalah lebih”. Mendorong kita untuk bijak dalam penggunakan kemasan untuk barang yang kita beli atau konsumsi. Hal yang dapat kita lakukan:

  1. Jadilah minimalis, semakin sedikit barang yang dibeli semakin sedikit pula bahan bakar fosil yang digunakan untuk memproduksinya

  2. Beli barang dalam jumlah banyak/ ukuran besar untuk mengurangi jumlah kemasan

  3. Hindari kemasan yang berlebihan

  4. Menabunglah agar dapat membeli barang kualitas baik walaupun mahal karena dapat bertahan lama daripada membeli barang murah dengan kualitas buruk sehingga harus sering diganti.

Bulan September. Tema “Minimize paper use/ Kurangi penggunaan kertas” Idenya cukup sederhana dan bisa segera dimulai. Caranya:

  1. Gunakan kertas yang bebas klorin dan bisa didaur ulang

  2. Gunakan kedua sisi kertas untuk fotokopi atau mencetak dokumen

  3. Gunakan dan simpan dokumen dalam bentuk softcopy

  4. Gunakan kembali amplop, kantong dan kertas bekas

  5. Gunakan email atau fax melalui computer

  6. Hindari penggunaan lembar pengantar untuk fax

Bulan Oktober. Tema “Use it again/ Gunakan kembali” Mencegah kita untuk melakukan konsumsi barang yang sekali pakai karena akan menyebabkan pemborosan dari proses produksi barang tersebut.

  1. Gunakan tas kain untuk berbelanja

  2. Beli baterai isi ulang daripada sekali pakai

  3. Beli inta isi ulang daripada membuang cartridge tinta printer

  4. Gunakan peralatan makan yang dapat digunakan kembali. Hindari penggunaan peralatan makan dari kertas/ plastik

  5. Gunakan serbet, saputangan dan lap dari kain

  6. Gunakan kembali kantong plastik untuk pelapis tong sampah

Bulan November. Temanya “ Manage your garbage/ Kelola sampah anda” Tipsnya :

  1. Ubah sampah organic menjadi kompos

  2. Daur ulang sampah kertas, kaca, baja dan aluminium dan sampah plastic

Bulan Desember. Tema “Plant Trees/ Tanam Pohon” tindakan yang bisa diterapkan :

  1. Pastikan tanaman yang ditanam dikebun merupakan tumbuhan local yang sesuai dengan iklim setempat

  2. Tanam tanama berdasarkan jumlah air yang dibutuhkan

  3. Beri campuran materi organic di sekeliling batang pohon/ tanaman di tanah

  4. Biarkan sisa potongan rumput tersebar di halaman daripada mengumpulkannya dalam kantong untuk dibuang.

Sebenarnya dari berbagai tema dalam kalender saya itu sudah banyak saya dengar baik melalui media cetak maupun elektronik, tapi terkadang saya lupa untuk menjalankannya dengan baik. Contohnya seperti halnya masalah sederhana dalam penggunaan kertas ataupun mematikan lampu kalau meninggalkan ruangan. Padahal faktanya dengan mendaur ulang 100 kg kertas daripada membuangnya kita telah mencegah jumlah emisi gas CO2 sebesar 600 kg/ tahun. Sepertinya langkah kecil belajar dari kalender kecil saya ini dapat membantu memperpanjang usia bumi ini.

22
Feb

Teringat Dulu

Wah sudah mau weekend lagi. Tidak terasa waktu seakan berlari begitu cepat. Yang bisa kurasakan adalah hidup dari weekend ke weekend, waktu yang benar-benar bisa kunikmati untuk diriku sendiri dan keluarga. Terkadang kalau sedang weekend begini saya suka teringat masa-masa dulu saat setiap hari terasa begitu berwarna.

Berwarna kenapa? Karena saya suka merasa menemukan hal baru di setiap harinya. Mungkin seiring usia dan pengalaman hidup yang beranjak banyak, setiap moment dalam perjalanannya jadi terasa biasa ya? Atau karena waktu untuk menikmatinya semakin tidak terasa?

Entah… kadang yang namanya dahulu selalu lebih indah.

15
Feb

Orang-orang kaya di Surga (2)

Tulisan di bawah ini saya ambil dari kiriman seorang teman kepada saya. Semoga bisa menambah keimanan dan kepedulian kita kepada masa depan di akherat kelak.

Kisah "YU TIMAH"

(dicuplik dari RESONANSI - Republika Desember 2006/Ahmad Tohari

Ini kisah tentang Yu Timah. Siapakah dia? Yu Timah adalah tetangga kami. Dia salah seorang penerima program Subsidi Langsung Tunai (SLT) yang kini sudah berakhir. Empat kali menerima SLT selama satu tahun jumlah uang yang diterima Yu Timah dari pemerintah sebesar Rp 1,2 juta.

Yu Timah adalah penerima SLT yang sebenarnya. Maka rumahnya berlantai tanah, berdinding anyaman bambu, tak punya sumur sendiri. Bahkan status tanah yang di tempati gubuk Yu Timah adalah bukan milik sendiri.

Usia Yu Timah sekitar lima puluhan, berbadan kurus dan tidak menikah.

Barangkali karena kondisi tubuhnya yang kurus, sangat miskin, ditambah yatim sejak kecil, maka Yu Timah tidak menarik lelaki manapun. Jadilah Yu Timah perawan tua hingga kini. Dia sebatang kara.

Dulu setelah remaja Yu Timah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta. Namun, seiring usianya yang terus meningkat, tenaga Yu Timah tidak laku di pasaran pembantu rumah tangga. Dia kembali ke kampung kami. Para tetangga bergotong royong membuatkan gubuk buat Yu Timah bersama emaknya yang sudah sangat renta. Gubuk itu didirikan di atas tanah tetangga yang bersedia menampung anak dan emak yang sangat miskin itu.

Meski hidupnya sangat miskin, Yu Timah ingin mandiri. Maka ia berjualan nasi bungkus. Pembeli tetapnya adalah para santri yang sedang mondok di pesantren kampung kami. Tentu hasilnya tak seberapa.

Tapi Yu Timah bertahan. Dan nyatanya dia bisa hidup bertahun-tahun bersama emaknya.

Setelah emaknya meninggal Yu Timah mengasuh seorang kemenakan. Dia biayai anak itu hingga tamat SD. Tapi ini zaman apa. Anak itu harus cari makan. Maka dia tersedot arus perdagangan pembantu rumah tangga dan lag - lagi terdampar di Jakarta . Sudah empat tahun terakhir ini Yu Timah kembali hidup sebatang kara dan mencukupi kebutuhan hidupnya dengan berjualan nasi bungkus. Untung di kampung kami ada pesantren kecil. Para santrinya adalah anak-anak petani yang biasa makan nasi seperti yang dijual Yu Timah.

Kemarin Yu Timah datang ke rumah saya. Saya sudah mengira pasti dia mau bicara soal tabungan. Inilah hebatnya. Semiskin itu Yu Timah masih bias menabung di bank perkreditan rakyat syariah di mana saya ikut jadi pengurus. Tapi Yu Timah tidak pernah mau datang ke kantor.

Katanya, malu sebab dia orang miskin dan buta huruf. Dia menabung Rp 5.000 atau Rp 10 ribu setiap bulan. Namun setelah menjadi penerima SLT Yu Timah bisa setor tabungan hingga Rp 250 ribu. Dan sejak itu saya melihat Yu  Timah memakai cincin emas. Yah, emas. Untuk orang seperti Yu Timah, setitik emas di jari adalah persoalan mengangkat harga diri. Saldo terakhir Yu Timah adalah Rp 650 ribu.

Yu Timah biasa duduk menjauh bila berhadapan dengan saya. Malah maunya bersimpuh di lantai, namun selalu saya cegah.

”Pak, saya mau mengambil tabungan,” kata Yu Timah dengan suaranya yang kecil.

”O, tentu bisa. Tapi ini hari Sabtu dan sudah sore. Bank kita sudah tutup. Bagaimana bila Senin?”

”Senin juga tidak apa-apa. Saya tidak tergesa.”

”Mau ambil berapa?” tanya saya.

”Enam ratus ribu, Pak.”

”Kok banyak sekali. Untuk apa, Yu?”

Yu Timah tidak segera menjawab. Menunduk, sambil tersenyum malu-malu.

”Saya mau beli kambing kurban, Pak. Kalau enam ratus ribu saya tambahi dengan uang saya yang di tangan, cukup untuk beli satu kambing.”

Saya tahu Yu Timah amat menunggu tanggapan saya. Bahkan dia mengulangi kata-katanya karena saya masih diam. Karena lama tidak memberikan tanggapan, mungkin Yu Timah mengira saya tidak akan memberikan uang tabungannya. Padahal saya lama terdiam karena sangat terkesan oleh keinginan Yu Timah membeli kambing kurban.

”Iya, Yu. Senin besok uang Yu Timah akan diberikan sebesar enam ratus ribu.Tapi Yu, sebenarnya kamu tidak wajib berkurban. Yu Timah bahkan wajib menerima kurban dari saudara-saudara kita yang lebih berada. Jadi, apakah niat Yu Timah benar-benar sudah bulat hendak membeli kambing kurban?”

”Iya Pak. Saya sudah bulat. Saya benar-benar ingin berkurban. Selama Ini memang saya hanya jadi penerima. Namun sekarang saya ingin jadi pemberi daging kurban.”

”Baik, Yu. Besok uang kamu akan saya ambilkan di bank kita.”

Wajah Yu Timah benderang. Senyumnya ceria. Matanya berbinar. Lalu minta diri, dan dengan langkah-langkah panjang Yu Timah pulang.

Setelah Yu Timah pergi, saya termangu sendiri. Kapankah Yu Timah mendengar, mengerti, menghayati, lalu menginternalisasi ajaran kurban yang ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim? Mengapa orang yang sangat awam itu bisa punya keikhlasan demikian tinggi sehingga rela mengurbankan hampir seluruh hartanya?

Pertanyaan ini muncul karena umumnya ibadah haji yang biayanya mahal itu tidak mengubah watak orangnya. Mungkin saya juga begitu. Ah, Yu Timah, saya jadi malu. Kamu yang belum naik haji, atau tidak akan pernah naik haji, namun kamu sudah jadi orang yang suka berkurban. Kamu sangat miskin, tapi uangmu tidak kaubelikan makanan, televisi, atau pakaian yang bagus. Uangmu malah kamu belikan kambing kurban. Ya, Yu Timah. Meski saya dilarang dokter makan daging kambing, tapi kali ini akan saya langgar. Saya ingin menikmati daging kambingmu yang sepertinya sudah berbau surga. Mudah-mudahan kamu mabrur sebelum kamu naik haji. Amin